The place where we belong…kampung halaman, selalu menjadi tempat ternyaman dalam hidup, begitu juga yang Cindy rasakan saat kembali ke kampung halamannya. Kenangan tak bisa diputar kembali namun hanya dapat diingat dan dibayangkan, walau hanya sepotong kecil cerita masa lalu.
Senja itu Cindy sedang membunuh waktu dengan membaca novel favoritnya dihalaman depan rumah sambil menikmati segelas es teh manis kegemarannya, tanpa disadarinya ada seorang lelaki berdiri di pintu gerbang memanggil namanya…
“Cindy….Cindy…tolong bukain donk…”, teriak lelaki itu
Cindy sempat terhenyak sebentar, suara yang dikenalnya…dan wajah yang tak asing lagi baginya, Cindy segera menaruh novelnya dan berjalan kedepan membuka pintu gerbang yang terkunci…
“Andre! Apa kabar? Lama ga ada kabarnya…”, sapa Cindy kepada lelaki bernama Andre yang tampaknya cukup familiar itu
“Baik…aku kerja diluar pulau, mampir sebentar mau kasih undangan buat mampap kamu…kamu bukannya di kota J?”, kata Andre sambil berjalan beriringan Cindy memasuki rumah
“Lagi liburan aja, oh kamu mau merit ya?”, jawab Cindy sambil melihat undangan yang dibawa Andre
Setelah memberikan undangan, Andre singgah sebentar duduk diteras rumah sambil ngobrol dengan Cindy. Ada tawa dan canda yang menghiasi obrolan mereka, seperti saat dimana mereka pernah sering bermain bersama. Tak lama menjelang maghrib Andre pamit pulang meninggalkan Cindy yang berdiri terpana…”Kenangan…memang sulit hilang begitu saja….”, dalam benak Cindy.
Kunjungan sesaat Andre sedikit banyak mengganggu pikiran Cindy, hingga menjelang tidur Cindy terus membayangkan apa yang terjadi pada masa lalu….
Seperti layaknya anak-anak yang tumbuh di kota kecil dan saling berkerabatan, Cindy dan Andre cukup akrab semenjak mereka masih balita. Ayah Andre kebetulan adalah teman main ayah Cindy, dan seringkali mereka saling berkunjung membawa buah hatinya masing-masing. Andre dan Cindy tumbuh sebagai sahabat, sebagai teman masa kecil…hubungan mereka tidak pernah beranjak dari itu, namun sebagai gadis pada umumnya, Cindy begitu mengagumi Andre yang tumbuh sebagai lelaki berparas tampan dan berkulit bersih. Andre sendiri sepertinya menyadari Cindy memiliki rasa suka pada dirinya, namun dia mencoba mengacuhkannya karena teman lebih dari segalanya buat dia. Cindy masih teringat ketika mereka harus berpisah karena Cindy akan disekolahkan diluar kota sementara Andre yang 3 tahun lebih tua mendapatkan beasiswa di salah satu PTN diluar pulau.
Setahun sudah Cindy sekolah di SMU dan tinggal bersama kerabatnya diluar kota, Cindy begitu bersemangat untuk pulang ke rumah orang tuanya dan bertemu saudara dan teman sepermainannya dulu. Tiga hari dilalui dengan melepas rasa kangen pada keluarganya dan pada satu sore tiba-tiba Cindy dikejutkan dengan kehadiran Andre…..
“Cindy, kita maen ke pantai yuk…anak-anak lagi pada ngumpul”, ajak Andre yang muncul tiba-tiba…
Cindy begitu terpana, bagi dia, Andre adalah jodohnya, teman masa kecil yang mungkin akan menjadi pendampingnya kelak…walau dia sendiri tak pernah tahu apa isi hati Andre.
Ajakan Andre tak disia-siakannya dan Cindy segera pamit pergi keluar…seperti biasa dan klise…”Jangan pulang malam-malam!”, kata orang tuanya saat berpamitan.
Tawa ceria, deburan ombak dan sunset menghiasi senja indah ditepi pantai. Cindy, Andre dan tiga rekan masa kecil mereka lainnya bernostalgia mengenang kembali saat-saat dimana mereka sering bepergian bersama dahulu. Tak terasa, senja mulai lenyap dan menyisakan gelapnya malam, tiga rekan mereka beranjak pamit pulang dan tiba-tiba Andre menggandeng tangan Cindy untuk mengajaknya pulang juga….hanya genggaman tangan, namun cukup membuat dada Cindy bergemuruh. Rasa dalam dada begitu sesak hingga tak sadar Cindy melamun sambil berjalan dan terantuk karang dipinggir pantai hingga terjatuh.
“Kamu gapapa Cindy?”, kata Andre dengan sigap mencoba mengangkat tubuh Cindy yang terjatuh
“Gapapa…cuma lututnya agak nyeri, sptnya luka”, jawab Cindy sambil meringis
“Dimobil ada obat merah, sini aku bantu…”, kata Andre lagi sambil memapah Cindy
Rasa sakit dilututnya mendadak hilang ketika tubuh tegap Andre mendekapnya dari samping sambil membantunya berjalan….”Apa dia merasakan hal yang sama?”, pikir Cindy dalam hati
Dalam mobil, Andre membuka kotak P3K-nya dan membantu mengoleskan luka Cindy dengan obat merah dan kapas…nyeri, namun Cindy justru merasa senang mendapat perhatian seperti itu, ketika Andre menengadahkan kepalanya, dia heran kenapa Cindy justru tersenyum…dia heran dan semakin heran mengetahui bibirnya sudah menyentuh bibir manis Cindy dengan lembut….
“Ehhmm…maaf aku lancang…”, kata Andre sambil memalingkan mukanya sedikit malu. Cindy tak mampu berkata apapun, hanya menikmati dan merekam momen ini dengan tatapan bahagia.
Beberapa hari smenjak kejadian dipantai, Cindy yang sedang asyik bermain dengan anjing peliharaan keluarganya dikagetkan dengan kedatangan Andre yang ternyata datang untuk mengajaknya makan malam keluar. Cindy tentu saja langsung mengiyakan dan pamit kepada kedua orang tuanya.
Setelah makan malam yang dilalui dengan senda gurau mengenai cerita-cerita lucu saat mereka masih kecil, Andre mengajak Cindy ke rumahnya untuk memberikan sesuatu….katanya hadiah untuk teman masa kecil, ujar Andre sambil cengengesan.
Sesampai dirumah Andre, mereka mendapati kedua orang tua dan adiknya sedang pergi keluar, entah kemana. Rumah Andre tidak asing lagi untuk Cindy, karena dulu dia sering diajak ayahnya dan bahkan sering main bersama Andre dan adik ceweknya dikamar. Tanpa sungkan Cindy menyusul Andre masuk kekamar, tidak banyak yang berubah…hanya saja sedikit berantakan khas kamar anak cowok.
“Cindy, kamu tutup mata…aku punya kejutan nih!”, seru Andre bersemangat
Cindy duduk dipinggir tempat tidur dan menutup matanya, sementara Andre berada dibelakang entah sibuk melakukan apa…tiba-tiba, Andre mengalungkan sesuatu pada leher jenjang Cindy…
“Buka matanya…bagus ga?”, kata Andre sambil senyam senyum
Ternyata Andre membelikan kalung etnis untuk Cindy, oleh-oleh dari luar pulau…entah bagaimana, tiba-tiba Cindy memeluk Andre dan sepersekian detik kemudian bibir mereka saling berpagutan…
Tubuh Cindy rebah ditempat tidur didekap Andre, sementara bibir mereka tak berhenti saling mengulum sambil memejamkan mata. Beberapa saat mereka saling berpagutan bibir khas amatir, Cindy merasakan tangan Andre meraba bagian payudara mungilnya yang tak pernah disentuh siapapun sebelumnya….gundukan bukit didada Cindy itu memang jauh dari ukuran sedang atau besar mengingat saat itu Ia baru akan menginjak 16 tahun. Andre seperti tak sadar sedang menjamahi payudara mungil teman masa kecilnya itu…dan saat bibir mereka terlepas sebentar, Andre melihat sejenak tangan kirinya yang sedang berada dipayudara kanan Cindy…seperti terhipnotis nafsu birahi anak ingusan, Andre melanjutkan serangan ke leher jenjang Cindy sambil meremasi kedua payudara Cindy bergantian…
“Arrghhh…geli Ndre….ahhh…jangan kenceng-kenceng ngeremesnya…sakit…”, desah Cindy sambil sesekali meremas tangan Andre yang kian liar meremasi payudaranya. Cindy seperti cacing kepanasan saat leher jenjangnya yang mulus diburu sapuan lidah Andre yang tak tentu arah…tiba-tiba dia merasakan tangan Andre menyelusup masuk kedalam kaos bergambar tokoh kartun itu, menyelinap dibalik bra putihnya dan mencubit puting susunya dengan keras…
” Arrgggghhh….sakitttt….”, jerit Cindy dan tiba-tiba langsung menangkis tangan Andre dan duduk bersandar tembok. Andre merasa bersalah…
“Hhmmm…maaf Cindy…aku khilaf…diluar batas…maaf…”, kata Andre dengan memelas…
Cindy begitu iba melihat wajah merasa bersalah teman masa kecil yang dikaguminya itu…entah apa yang berada dalam pikirannya, tiba-tiba dia membuka kaos dan bra-nya….membiarkan Andre menikmati pemandangan terindah yang pernah dilihatnya, sepasang payudara mungil wanita yang baru beranjak dewasa.
“Pelan-pelan…”, ujar Cindy sambil mendekap kepala Andre yang mulai menetek diputing susunya yang masih perawan. Sambil memejamkan mata, Cindy mendesah-desah saat payudaranya dijilat, dihisap dan sesekali digigiti pelan oleh Andre….tak terasa kemaluannya basah oleh cairan orgasme yang baru pertama kali dirasakannya.
“Kenapa Cindy?…sakit ya?”, tanya Andre saat tubuh Cindy menggelinjang mendapatkan orgasme pertamanya…
“Gapapa, aku kayak hbs pipis….”, jawab Cindy malu-malu
Andre tak berkata apapun, dalam hati dia tahu apa yang baru saja dialami Cindy…dengan polosnya dia membuka celana pendek dan cd Cindy, pura-pura mau ngecek. Bulu kemaluan Cindy seperti baru saja tumbuh dan tersisir rapi…dibawah klitoris Cindy nampak cairan yang mengenai celana dalamnya juga…”Begini ternyata cewek kalo orgasme…”, pikirnya dalam hati.
“Ndre…aku malu…”, kata Cindy sambil berusaha menutupi kemaluannya yang terekspos bebas…
“Ga usah malu, biar adil aku juga ikutan telanjang…”, jawab Andre sambil membuka kaos, celana panjang dan cdnya sendiri.
Cindy sedikit memalingkan muka karena baru pertama dia menyaksikan tubuh lawan jenis yang telanjang dihadapannya secara langsung…dia agak sedikit bergidik melihat penis Andre yang mengacung tegak dengan kilatan cairan pelumas diantara lubang kencingnya…
Dengan lembut tangan Andre membimbing tangan Cindy untuk menyentuh dan menggenggam penisnya…tangan Cindy yang hangat membuat Andre mendesah keenakan, dan pelan-pelan Andre mengajari Cindy untuk mengocok penisnya dengan penuh kelembutan. Cindy yang telanjang bulat menatap penis keras Andre yang ujungnya berkilatan cairan pelumas sambil mengocokinya perlahan…”Ahhh….uhhmmm ahhh….enak sekali Cindy…”, kata Andre sambil mendesah tak karuan
Beberapa saat penisnya dikocoki teman masa kecilnya itu, Andre tampaknya tak dapat menahan diri lagi…dia membaringkan Cindy dan menyodorkan penisnya ke bibir mungil yang berwarna merah muda itu, hanya kepalanya saja yang masuk dan Cindy pun tak tahu harus bagaimana, dia hanya mencoba mengulum kepala penis Andre yang hangat tanpa berusaha memasukkannya lebih dalam lagi ke mulutnya.
Andre yang nafsunya bergejolak tiba-tiba menyodokkan paksa penisnya kedalam mulut Cindy sambil menjamahi kemaluan Cindy yang mengangkang lebar….Cindy yang kaget mendapat sentuhan kasar dikemaluannya tak sengaja membuka mulutnya dan akhirnya setengah badan penis Andre masuk kedalam mulut mungilnya….rasa asin menyelimuti lidahnya tatkala lubang penis Andre mengeluarkan kembali cairan pelumas karena menahan orgasmenya.
“Andree….arrggghhh….”, desah Cindy sambil mencabut penis Andre dari dalam mulutnya….tanda orgasme kedua yang didapatnya.
Andre tak menyia-nyiakan moment itu dan langsung menindih tubuh telanjang Cindy yang mulus langsing…sambil mengarahkan penisnya kelubang kemaluan Cindy…Andre kembali memagut bibir wanita muda itu.
“Jgn dimasukin Ndre…aku msh virgin…”, ujar Cindy pelan saat bibirnya terlepas dari kuluman bibir Andre…
“Aku sayang kamu Cindy…”, hanya sepatah kata terucap gombal dari mulut Andre dan tiba-tiba dia mendorong pelan penisnya kedalam lubang kemaluan perawan nan sempit itu…baru setengah kepalanya saja yang masuk namun Cindy sudah menjerit kecil sambil mencengkram tangan Andre…bukan menghentikan aksinya, Andre terus mencoba membenamkan penisnya lebih dalam lagi….entah lubang kemaluan Cindy yang terlalu sempit atau penisnya yang terlalu besar.
“Ndree…pleasee stop….”, rengek Cindy sambil mencoba mendorong tubuh Andre yang menindihnya…
Andre yang tak dapat membendung nafsunya kembali menekan penisnya kuat-kuat kedalam lubang kemaluan Cindy….
“Arrrgghhhh….sakiitttttt Ndreee…”, pekik Cindy tatkala penis keras Andre berhasil masuk dan merobek selaput daranya….
Lubang kemaluan Cindy berkedut-kedut dan Andre juga tidak mau gegabah dengan langsung mengocokinya…dia membiarkan lubang kemaluan Cindy terbiasa dengan penisnya, sambil merasakan cairan hangat kental didinding penisnya yang menetes keluar dari kemaluan Cindy…darah keperawanan….
Cindy meneteskan airmata sambil menatap Andre dengan sayu…Andre tak kuasa menahan ibanya, tak seberapa lama dia mengecup lembut bibir manis Cindy sambil berkata…”Aku sayang kamu….maafin aku…”, yang dilanjutkan goyangan perlahan mengocok lubang kemaluan Cindy. Penis Andre mulai bergerak keluar masuk menggeseki dinding kemaluan Cindy..setiap gesekan membuat Cindy mendesah lirih…rasa sakit yang dirasanya tadi berubah menjadi kenikmatan, dia hanya terpejam…butir airmata telah mengering tergantikan nikmat yang luar biasa.
Sambil menetek dipayudara Cindy, Andre terus menggoyangkan pinggulnya dan mengaduk lubang kemaluan Cindy dengan penuh kelembutan…..entah berapa memar kemerahan yang ada dipayudara Cindy, Andre seperti tidak puas hanya menciumi dan menghisapinya sekali…
Goyangan Andre semakin kuat……sesekali penisnya menekan dinding rahim Cindy, Andre tak dapat mengatur iramanya lagi…semakin cepat…semakin cepat…..
“Arrgggghhh Cindy……”, teriaknya sambil mencabut penisnya dan memuncratkan spermanya ke perut mulus dan payudara Cindy. Ceceran sperma memenuhi perut Cindy….tak lama sebelum Andre mencabut penisnya, Cindy telah mengalami orgasmenya yang ketiga dan hanya dapat tergolek lemas mendapati perut dan payudaranya penuh dengan cairan lengket yang menyembur dari penis Andre.
Mereka sempat saling berpelukan dan berpagut bibir sebelum cepat-cepat berpakaian kembali dan Andre berusaha menutupi noda darah yang mengenai spreinya…
Pada akhirnya mereka kembali berpisah…Andre sibuk dengan kuliah dan praktek kerjanya diluar pulau sementara Cindy juga sibuk dengan sekolahnya dikota lain….Cindy hanya mendapati kabar terakhir bahwa Andre telah bertunangan dengan salah satu wanita idola dikampung halamannya….
The past has (never) gone..
Tidak ada komentar